literaryspring.com – Untuk menjaga stabilitas harga pangan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) meluncurkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) serta operasi pasar. Dalam waktu dekat, sebanyak 308 GPM akan dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota di Jateng. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap lonjakan harga menjelang Ramadan.
Pada tanggal 20 Februari, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, bersama Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, melakukan pemantauan langsung di Pasar Projo Ambarawa, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok dan kestabilan harga bahan pokok. Hasil pantauan menunjukkan bahwa sebagian besar harga pangan terkendali, namun beberapa komoditas, seperti cabai rawit merah dan bawang merah, mengalami kenaikan harga melebihi Harga Acuan Pemerintah (HAP).
Menyusul kenaikan harga cabai hingga Rp80 ribu per kilogram, Pemprov Jateng berencana memberikan subsidi, sehingga harga di tingkat konsumen dapat ditekan menjadi Rp65 ribu per kilogram. Gubernur Luthfi menginstruksikan Direktur BUMD Jateng Agro Berdikari untuk menindaklanjuti kebijakan ini secara cepat.
Sebagai tambahan, Dinas Ketahanan Pangan Jateng mengungkapkan bahwa meskipun terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas, secara keseluruhan stok 12 komoditas pangan strategis tetap aman. Dalam menghadapi Ramadan, pemprov berupaya menjaga stabilitas harga melalui kombinasi operasi pasar, subsidi harga, dan GPM.
Dengan semua langkah ini, Pemprov Jateng menargetkan agar stabilitas harga bahan pokok dapat terjaga hingga Idul Fitri, sehingga masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih baik terhadap kebutuhan pangan.