literaryspring.com – Pemerintah Indonesia dan UNSGSA telah sepakat untuk memperluas kerja sama terkait kesejahteraan keuangan di Indonesia. Kesepakatan ini merupakan hasil pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Ratu Maxima dari Kerajaan Belanda, yang berlangsung di Istana Merdeka Jakarta baru-baru ini. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, mengungkapkan bahwa langkah selanjutnya akan melibatkan dialog komprehensif dengan pelaku industri jasa keuangan.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi langkah-langkah dalam meningkatkan kesejahteraan keuangan masyarakat. UNSGSA telah mengemukakan konsep kesejahteraan keuangan yang terdiri dari empat pilar: kemampuan mengelola keuangan, ketahanan terhadap guncangan finansial, perencanaan masa depan, dan tingkat kepercayaan diri. Mahendra menegaskan, keberhasilan konsep ini bergantung pada kolaborasi antara OJK, pemerintah, dan Bank Indonesia sebagai regulator.
Ratu Maxima menyoroti pentingnya kesejahteraan finansial sebagai isu global, tidak hanya di Indonesia. Ia mencatat bahwa di Belanda, sekitar 22 persen penduduk menghadapi masalah finansial yang sama, sedangkan di Amerika Serikat, hanya 41 persen yang dianggap sehat secara finansial. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo mengapresiasi peran Ratu Maxima dalam advokasi upaya inklusi keuangan dan kesehatan finansial.
Sebagai bagian dari inisiatif ini, pemerintah juga berencana membentuk dewan nasional baru untuk menangani kesejahteraan keuangan, melengkapi peran Dewan Nasional Keuangan Inklusif yang sudah ada. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat Indonesia dapat memiliki akses yang lebih baik terhadap layanan keuangan dan mempersiapkan masa depan Finansial mereka.