literaryspring.com – Longsor yang terjadi di Cisarua, Bandung Barat, telah menimbulkan dampak yang mengkhawatirkan dengan penemuan sepuluh kantong jenazah korban. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melaporkan bahwa pada Sabtu, 31 Januari 2026, mereka berhasil mengevakuasi jenazah-jenazah tersebut dalam operasi pencarian yang berlangsung selama delapan hari.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengungkapkan bahwa penemuan tersebut dilakukan tim SAR gabungan dari pagi hingga sore hari. “Sepanjang hari ini, tim menemukan dan mengevakuasi 10 bodypack,” ujarnya. Kantong jenazah ini berasal dari berbagai titik lokasi yang terdampak longsor, dengan rinciannya yaitu dua kantong di Worksite A1, empat kantong di Worksite A2, satu kantong di Worksite A3, dan satu kantong di Worksite B1.
Peristiwa longsor ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang melanda kawasan tersebut, yang menyebabkan tanah menjadi tidak stabil dan rentan untuk longsor. Tim SAR terus bekerja keras di lapangan, dengan harapan dapat menemukan lebih banyak korban atau memberikan dukungan kepada keluarga yang terdampak. Upaya pencarian ini tidak hanya melibatkan Basarnas tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar dan relawan.
Dengan kehadiran tim SAR yang profesional dan terlatih, diharapkan setiap langkah diambil dengan cermat untuk memastikan keselamatan para petugas. Penanganan peristiwa ini menjadi penting agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi bencana alam di masa mendatang. Penemuan sepuluh kantong jenazah ini semakin menegaskan urgensi untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana di wilayah rawan longsor.