literaryspring.com – Kebijakan baru yang mewajibkan penggunaan kamera badan bagi seluruh petugas lapangan di Minneapolis diumumkan oleh Sekretaris Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem. Kebijakan ini merupakan respons terhadap meningkatnya tuntutan transparansi dalam proses penegakan hukum imigrasi di wilayah tersebut. Noem menyatakan bahwa penerapan ini berlaku segera dan akan diperluas secara nasional tergantung pada tersedianya anggaran.
Kebijakan penggunaan kamera badan ini mengacu pada desakan dari para advokat yang menginginkan transparansi lebih dalam tindakan petugas DHS, termasuk ICE dan CBP. Dalam praktiknya, petugas sebelumnya kerap kali hanya mampu merekam interaksi tegang dengan demonstran menggunakan perangkat pribadi. Situasi ini semakin mendesak setelah adanya insiden penembakan fatal yang melibatkan seorang perawat ICU, Alex Pretti, pada akhir Januari lalu. Penyelidik kini meninjau rekaman dari 30 kamera badan lainnya yang ada di lokasi untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai kejadian tersebut.
Presiden Donald Trump memberikan kebebasan keputusan mengenai kamera badan kepada Noem, tanpa instruksi langsung. Dia mencatat bahwa penggunaan alat ini dapat mengurangi kebohongan mengenai insiden penegakan hukum. Di tengah negosiasi anggaran yang rumit di Senat, beberapa politisi dari Partai Republik mulai menunjukkan dukungan terhadap mandat kamera badan, meskipun tetap menolak beberapa tuntutan lain dari Partai Demokrat.
Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap petugas penegak hukum di tengah berlanjutnya perdebatan mengenai reformasi dalam penegakan hukum imigrasi. Tekanan kini besar bagi faksi Republik di DPR AS untuk segera menyetujui RUU pendanaan yang mendukung operasi keamanan domestik.