literaryspring.com – Jay Idzes mengakui bahwa Sassuolo mengalami musim yang penuh pasang surut di Liga Italia 2025-2026. Dalam konteks ini, Idzes menyatakan komitmennya untuk membawa tim bangkit pada sepuluh laga tersisa di Serie A. Kekalahan terbaru Sassuolo, yang terjadi pada 10 Maret 2026 dalam pertandingan melawan Lazio di Stadion Olimpico, Roma, sangat menyakitkan. Tim harus menerima kekalahan tipis 1-2, di mana gol penentu dari Lazio dicetak oleh Adam Marusic pada menit-menit terakhir (90+2’).
Kekalahan tersebut memutus tren positif tim yang sebelumnya berhasil meraih tiga kemenangan berturut-turut. Idzes menilai bahwa musim ini telah ditandai oleh inkonsistensi performa tim. “Musim kami penuh dengan pasang surut,” ungkapnya. Sebagai kapten tim, Idzes menekankan pentingnya Sassuolo untuk segera bangkit dan tampil lebih baik.
Meskipun harus menghadapi situasi sulit, Idzes percaya bahwa timnya dapat melalui masa-masa tersebut. “Kami perlu mengatasi masa-masa sulit dan terus berkembang; ini harus menjadi ambisi kami,” tegasnya. Dalam sepuluh pertandingan yang tersisa, Sassuolo diharapkan dapat menunjukkan perbaikan performa dan meraih hasil yang positif.
Proses pemulihan tim ini menjadi krusial di tengah kompetisi yang semakin ketat. Idzes dan rekan-rekannya dituntut untuk fokus dan berusaha maksimal dalam setiap pertandingan ke depan. Dengan harapan dan tekad, tim diharapkan dapat memperbaiki posisi mereka di klasemen.
Ke depan, Sassuolo diharapkan mampu tampil lebih konsisten dan memenuhi target yang telah ditentukan demi menjaga keberlangsungan di Liga Italia.