literaryspring.com – Pemerintah Indonesia optimis komoditas unggulan nasional dapat memperoleh bebas tarif impor dalam kesepakatan dagang final dengan Amerika Serikat. Kesepakatan ini saat ini masih dalam tahap pembahasan setelah Indonesia berhasil mendapatkan penurunan tarif dari 32 persen menjadi 19 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang memimpin tim negosiasi dengan Amerika Serikat, menegaskan bahwa produk seperti kelapa sawit, kakao, dan karet yang tidak dapat diproduksi di AS, diharapkan mendapatkan tarif nol persen. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan bahwa pemerintah juga berupaya meminta perlakuan khusus bagi komoditas yang termasuk dalam rantai pasok industri kesehatan serta membahas isu non-tarif yang terkait.
Airlangga memastikan bahwa penawaran yang diajukan kepada pemerintah AS dirancang guna mencapai perdagangan yang adil dan seimbang, mengikuti prinsip kesetaraan dalam setiap tahap negosiasi. Saat ini, proses penyusunan dokumen hukum untuk memastikan kesesuaian klausul dengan regulasi nasional dan komitmen internasional tengah berlangsung.
Pemerintah merencanakan diskusi lebih lanjut pada akhir November 2025, setelah penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC). Juru bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menjelaskan bahwa pendekatan Indonesia dalam negosiasi tarif dilakukan secara hati-hati, mencerminkan diplomasi ekonomi yang aktif dan bebas.
Haryo menekankan pentingnya setiap langkah kebijakan dan negosiasi perdagangan untuk melindungi kepentingan nasional serta memperkuat kedaulatan ekonomi. Pemerintah berkomitmen agar setiap kesepakatan ekonomi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam situasi geopolitik global yang dinamis.