literaryspring.com – Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, mengungkapkan adanya informasi tambahan mengenai kondisi di Pelatnas Panjat Tebing Indonesia. Selain terkuaknya kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang pelatih, juga terindikasi adanya praktik pemotongan bonus atlet yang mencapai 50 persen.
Kabar mengenai pelecehan dan kekerasan seksual di Pelatnas ini telah menjadi perhatian masyarakat. Setelah menerima laporan dari sejumlah atlet, FPTI mengambil tindakan tegas dengan memecat pelaku dan mendukung para korban untuk melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib. Yenny menegaskan bahwa federasi menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk kekerasan seksual, dan memastikan dukungan hukum bagi para korban.
Sejauh ini, lima atlet telah melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke polisi, meskipun Yenny menyebutkan bahwa ada lebih banyak atlet yang melaporkan secara pribadi kepadanya. Bentuk kekerasan yang dilaporkan mencakup tidak hanya tindakan fisik, tetapi juga verbal serta seksual, yang diyakini telah menimbulkan trauma bagi banyak atlet dari kedua jenis kelamin.
Dalam kondisi ini, Yenny memastikan bahwa FPTI memberikan pendampingan hukum penuh untuk semua korban. Selain menonaktifkan pelaku, federasi juga sedang menyiapkan sistem safeguarding guna melindungi keamanan dan martabat atlet.
Informasi mengenai praktik pemotongan bonus, yang dilakukan oleh pelaku, mengejutkan Yenny. Ia mengungkapkan rasa terkejutnya saat mendengar bahwa terdapat pemotongan hingga 50 persen dari bonus yang seharusnya diterima oleh para atlet. Dengan adanya laporan ini, FPTI berkomitmen untuk mencari solusi yang adil demi kenyamanan dan keadilan bagi para atlet.