literaryspring.com – Kabar mengenai wakil Indonesia di China Masters 2025 mengalami perubahan signifikan dengan mundurnya Gregoria Mariska Tunjung dari turnamen tersebut. Gregoria, yang baru saja tiba di China, terpaksa ditarik mundur akibat kambuhnya sakit vertigo yang telah mengganggu performanya dalam beberapa waktu terakhir. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PBSI, Eng Hian, menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah berkonsultasi dengan pelatihnya, Imam Tohari, dan mempertimbangkan kondisi Gregoria yang belum stabil sejak kedatangannya pada 14 September 2025.
Dengan mundurnya Gregoria, yang juga merupakan peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024, hanya tersisa satu wakil Indonesia di sektor tunggal putri, yaitu Putri Kusuma Wardani. Putri, yang berstatus sebagai unggulan ketujuh, diharapkan dapat memberikan penampilan maksimal. Ia akan menghadapi wakil Taiwan, Chiu Pin-Chian, dalam pertandingan pembuka, yang merupakan pertemuan kelima bagi mereka. Dalam empat pertemuan sebelumnya, Putri berhasil meraih kemenangan di tiga di antaranya.
Meskipun kehilangan salah satu pemain terbaik, total masih ada 14 wakil Indonesia yang siap bersaing merebut gelar juara di turnamen bergengsi berlevel Super 750 ini. Pertandingan akan berlangsung mulai hari ini, Selasa (16/9/2025). Selain Putri K.W. di tunggal putri, Indonesia juga mengandalkan tiga wakil di tunggal putra, yaitu Alwi Farhan, Jonatan Christie, dan Anthony Sinisuka Ginting. Semua mata tertuju pada performa kuat para pemain yang tersisa dalam upaya meraih prestasi terbaik di China Masters 2025.