literaryspring.com – Menjaga produksi Air Susu Ibu (ASI) selama puasa Ramadan menjadi tantangan tersendiri bagi ibu menyusui. Menurut Jamilatus Sadiyah, seorang bidan dan pendiri Bumilpamil, pemenuhan kebutuhan cairan dan energi yang tepat sangat penting agar proses menyusui dapat berlangsung optimal tanpa mengganggu kesehatan ibu. Meskipun ada penelitian yang menunjukkan puasa tidak langsung menurunkan kualitas makronutrien dalam ASI, namun ibu harus tetap memperhatikan kondisi fisik mereka.
Berdasarkan penjelasan Jamilatus, dehidrasi dan defisit energi dapat mempengaruhi volume ASI dan kesehatan ibu jika tidak diatur dengan baik. Oleh karena itu, ibu menyusui disarankan memenuhi kebutuhan cairan antara 2,5 hingga 3 liter per hari, dengan cara mengonsumsinya secara bertahap dari berbuka hingga sahur. Ibu juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan berkuah dan buah-buahan yang kaya air, seperti semangka dan jeruk.
Dari segi energi, tambahan asupan sekitar 400 hingga 500 kilokalori per hari sangat dibutuhkan oleh ibu menyusui. Asupan ini sebaiknya dibagi saat sahur dan berbuka dengan memilih makanan yang padat nutrisi. Jamilatus merekomendasikan sumber nutrisi yang mendukung, seperti protein dari ikan dan daging, karbohidrat kompleks, serta lemak sehat dari alpukat dan kacang-kacangan.
Manajemen stres dan istirahat yang cukup juga sangat penting, karena kelelahan dapat menghambat aliran ASI. Ibu disarankan untuk tetap menyusui sesuai permintaan bayi, terutama pada malam hari ketika kadar hormon prolaktin tinggi. Penyusuan langsung atau penggunaan pompa secara terjadwal dapat membantu menjaga produksi ASI tetap stabil.