literaryspring.com – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini melantik sepuluh anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 7 November 2025. Pelantikan ini bertujuan untuk mempercepat proses reformasi di tubuh Polri, yang menjadi sorotan publik.
Dalam sambutannya, Prabowo menekankan pentingnya transparansi dalam kerja komisi tersebut serta mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat. Ia berharap komisi dapat menjalin komunikasi yang efektif, baik dengan para tokoh nasional maupun pengguna media sosial. “Dengarkan suara semua pihak, dari elite hingga warganet,” ujarnya.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, menjelaskan bahwa timnya akan merumuskan langkah-langkah konkret untuk mempercepat reformasi. Ia menyampaikan bahwa penting untuk mengumpulkan masukan dari tokoh masyarakat dan aktivis sebelum menyusun kebijakan. “Kami akan mendengar dari tokoh-tokoh masyarakat, aktivis, dan tokoh bangsa,” kata Jimly di hadapan awak media.
Aspirasinya ini mencuat setelah beberapa bulan lalu, sejumlah tokoh dari Gerakan Nurani Bangsa (GNB) mengajak Prabowo untuk membentuk tim reformasi Polri. Di antara mereka terdapat nama-nama terkemuka seperti Sinta Nuriyah, Romo Franz Magnis-Suseno SJ, M. Quraish Shihab, dan KH Ahmad Mustofa Bisri.
Komisi ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat dalam mewujudkan Polri yang lebih baik. Dengan adanya dukungan dari berbagai elemen masyarakat, diharapkan reformasi Polri dapat dilaksanakan dengan efektif dan sesuai dengan harapan publik.