literaryspring.com – Penjualan kendaraan bekas segmen elektrik di Indonesia masih menunjukkan angka yang rendah dibandingkan dengan kendaraan baru. Direktur OLXmobbi, Agung Iskandar, mengungkapkan bahwa iklan untuk kendaraan listrik hanya mencakup 1 persen dari total iklan yang ada di platform tersebut. Hal ini menandakan bahwa minat pasar terhadap kendaraan listrik bekas masih sangat terbatas.
Agung menjelaskan bahwa salah satu faktor kunci adalah penurunan harga yang signifikan, yang mungkin membuat pemilik mobil listrik enggan untuk menjual. “Mobil listrik ini baru ada dalam dua tahun terakhir, dan pemilik yang ingin menjual sering merasa sayang karena harganya anjlok,” kata Agung pada konferensi pers di Jakarta.
Fenomena depresiasi yang mencapai 50 persen dari harga baru, seperti yang terjadi pada model Hyundai IONIQ dan Wuling Air EV, semakin memperburuk situasi. Di pasaran, Hyundai IONIQ 5 tahun 2022 kini dijual antara Rp250 juta hingga Rp350 juta, jauh lebih rendah daripada harga aslinya.
Selain itu, kendala juga datang dari perusahaan pembiayaan yang masih skeptis dalam memberikan dukungan untuk pembelian kendaraan listrik. Keterbatasan pembiayaan ini membuat banyak calon pembeli enggan berinvestasi dalam kendaraan elektrik.
Saat ini, kendaraan yang paling banyak diperdagangkan dalam segmen ini adalah Wuling Air EV dan Hyundai Ioniq. Popularitas kedua model ini mencerminkan pertumbuhan pasar otomotif elektrik di Indonesia, meskipun penjualan keseluruhan masih jauh dari ekspektasi. Dengan tantangan yang ada, industri otomotif elektrik perlu beradaptasi agar dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan minat penjualan di masa depan.