literaryspring.com – Ekonom Josua Pardede mengungkapkan bahwa pembukaan lapangan pekerjaan secara masif berpotensi meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya di sektor otomotif. Dalam pernyataannya di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta, pada hari Jumat, ia menjelaskan bahwa peningkatan pendapatan masyarakat dapat memicu pemulihan sektor otomotif yang saat ini sedang lesu.
Tingginya angka pekerja di sektor informal menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penurunan daya beli, membuat penjualan kendaraan tidak optimal. Berdasarkan data yang ada, penjualan mobil diproyeksikan tidak akan mencapai angka 1 juta unit antara tahun 2023 hingga 2025. Ini menjadi kontras dengan pertumbuhan yang biasanya diharapkan dalam industri otomotif.
Josua menyebut, dampak dari situasi ini dapat dilihat dari penjualan kendaraan yang masih jauh dari target. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat, walau penjualan ritel melampaui target sebanyak 833.692 unit, penjualan dalam segmen wholesales mencapai 803.687 unit. Target yang ditetapkan untuk tahun ini hanya berkisar 850 ribu unit, yang menunjukkan stagnasi dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan adanya pembukaan sektor pekerjaan yang signifikan, masyarakat diharapkan dapat memperbaiki kemampuan finansial mereka, dan ini berpotensi meningkatkan permintaan terhadap kendaraan operasional untuk kegiatan sehari-hari. Situasi ini menunjukkan pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah dan kondisi pasar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya dalam industri otomotif yang saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan.