literaryspring.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa bencana alam di Sumatra telah mengakibatkan dampak besar terhadap sektor pendidikan. Data menunjukkan bahwa sekitar 4.549 satuan pendidikan terpengaruh, yang berdampak pada 657.193 peserta didik dan 56.882 guru. Dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI, Abdul Mu’ti menyatakan perlunya langkah cepat untuk memastikan hak peserta didik tetap terpenuhi meskipun dalam situasi darurat.
Pemerintah, melalui Kemendikdasmen, telah menyalurkan berbagai bantuan, termasuk 27 ribu paket sekolah dan tenda pembelajaran darurat. Sebanyak 1.339 satuan pendidikan menerima dana operasional untuk pendidikan darurat, dan dukungan psikososial diberikan di 680 satuan pendidikan.
Abdul Mu’ti menyebutkan bahwa untuk mendukung pemulihan pendidikan, Kemendikdasmen membutuhkan anggaran sebesar Rp5,03 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk merehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan serta memberikan tunjangan khusus bagi guru. Saat ini, total bantuan yang sudah disalurkan mencapai Rp94,84 miliar, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar Rp4,94 triliun.
Pada 15 Januari 2026, telah dilakukan penandatanganan kerja sama untuk rehabilitasi pada 49 satuan pendidikan di Aceh, dengan nilai bantuan Rp54,53 miliar. Abdul Mu’ti menekankan bahwa proses rehabilitasi akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, memberikan apresiasi atas langkah yang diambil Kemendikdasmen, namun menyoroti kebutuhan untuk membersihkan ruang kelas dan halaman sekolah yang terendam lumpur. Ia berharap langkah-langkah tersebut dapat membantu pemulihan pendidikan dan memastikan anak-anak dapat kembali bersekolah dalam kondisi aman dan nyaman.