literaryspring.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon, Jawa Barat, melaporkan bahwa jumlah merchant Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) mencapai 914.070 pengguna pada Februari 2026. Deputi Kepala KPw BI Cirebon, Himawan Putranto, menyampaikan informasi tersebut pada Jumat lalu, mengungkapkan bahwa penambahan merchant QRIS pada Januari dan Februari 2026 mencapai 37.670.
Himawan menjelaskan bahwa peningkatan ini menunjukkan adanya akselerasi dalam penerimaan sistem pembayaran digital yang semakin meluas di kalangan pelaku usaha. Dari data yang ada, transaksi QRIS pada dua bulan pertama tahun ini didominasi oleh Usaha Kecil (UKE), dengan pangsa sebesar 49,28 persen. Usaha Menengah menyumbang 19,77 persen, sementara Usaha Mikro berkontribusi sekitar 19,34 persen.
Ia juga menyebutkan bahwa sektor Usaha Besar (UBE) memberikan kontribusi 10,58 persen terhadap total volume transaksi QRIS di kawasan ini. Sektor BLU/PSO terpantau menyumbang 0,38 persen, dan kategori lain juga berkontribusi sebesar 0,65 persen.
Himawan menambahkan bahwa secara keseluruhan, volume transaksi QRIS di Ciayumajakuning selama Januari hingga Februari 2026 mencapai 41,88 juta transaksi. Nilai nominal dari transaksi tersebut total mencapai Rp3,58 triliun. Peningkatan penggunaan QRIS di wilayah tersebut menunjukkan potensi besar dalam adaptasi teknologi keuangan di kalangan pelaku usaha lokal.