literaryspring.com – Dealer kendaraan BMW di China, Dayou Baolong, baru-baru ini mengumumkan penghentian operasinya, menimbulkan kekhawatiran terkait layanan purnajual bagi para konsumen. Penghentian ini terjadi di daerah Jinan, Provinsi Shandong, di mana papan nama merek telah dicopot dan peralatan kantor ditarik, meski beberapa mobil pajangan masih berada di lokasi tersebut.
Staf dealer menyampaikan bahwa keputusan untuk menutup dealer diambil akibat penjualan yang tidak memuaskan serta masa sewa tempat yang telah berakhir. Situasi ini membuat para pemilik BMW khawatir mengenai hak mereka atas layanan purnajual setelah pembelian kendaraan.
Meskipun demikian, pihak manajemen menegaskan bahwa layanan purnajual akan tetap terjamin melalui penggabungan dealer tersebut dengan dealer utama Dayou Baolong, yang diharapkan akan melanjutkan penyediaan perawatan dan perpanjangan garansi. BMW China juga menegaskan bahwa pemilik mobil masih dapat menggunakan garansi pabrik asli serta paket layanan di dealer resmi BMW mana pun di seluruh negeri.
Data menunjukkan bahwa jumlah dealer BMW di China mengalami penurunan sebesar 8,2 persen sepanjang tahun lalu, di mana lebih dari 50 toko terpaksa ditutup atau dicabut izinnya. Pada tahun 2025, BMW mencatat penjualan sekitar 625.500 unit, mengalami penurunan 12,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Persaingan di industri otomotif China semakin ketat tidak hanya bagi BMW, tetapi juga memberikan dampak yang serupa kepada dealer Audi, Porsche, dan Mercedes-Benz. Berbagai faktor ini mengindikasikan tantangan besar yang harus dihadapi oleh produsen mobil premium di pasar yang semakin kompetitif.