literaryspring.com – Singapura telah mengambil langkah tegas terhadap peniruan identitas instansi pemerintah dengan mengeluarkan perintah kepada Apple dan Google. Kepolisian Singapura (SPF) menginstruksikan kedua perusahaan teknologi tersebut untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan melalui layanan iMessage dan Google Messages paling lambat 30 November.
Kementerian Dalam Negeri (MHA) mengungkapkan bahwa perintah tersebut dikeluarkan pada 24 November, sesuai dengan Undang-Undang Bahaya Kejahatan Daring (OCHA). MHA menegaskan pentingnya kepatuhaan kedua perusahaan dalam upaya melindungi masyarakat. “Apple dan Google menyatakan akan mematuhi perintah tersebut. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui aplikasi iMessage dan Google Messages di perangkat masing-masing,” ujar MHA dalam pernyataannya pada 25 November.
Perintah ini meliputi kewajiban bagi Apple dan Google untuk mencegah akun atau grup obrolan yang menggunakan nama mirip “gov.sg” atau instansi pemerintah lainnya. Selain itu, mereka juga diminta untuk memfilter pesan dari akun-akun yang berpotensi menipu. Untuk mengurangi risiko, nama profil pengirim yang tidak dikenal harus ditampilkan dengan cara yang kurang mencolok dibandingkan nomor telepon pengirim.
Langkah proaktif ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengidentifikasi pesan dari pengirim yang tidak dikenal dan mencegah penipuan. Sejak Juli 2024, instansi pemerintah Singapura telah menerapkan ID pengirim SMS “gov.sg” sebagai cara untuk memudahkan masyarakat mengenali pesan resmi dari pemerintah. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan keamanan komunikasi digital di tengah maraknya penipuan identitas.