literaryspring.com – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan kuantitas cadangan beras pemerintah (CBP) untuk memastikan ketersediaan serta ketahanan pangan di Indonesia. Dalam kunjungan ke Gudang Perum Bulog di Gampong Siron, Aceh Besar, Arief menjelaskan peran strategis CBP dalam stabilitas harga, pasokan, dan akses pangan bagi masyarakat.
Pengelolaan CBP oleh Perum Bulog merupakan bagian dari mandat Bapanas berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022. Regulasi ini menetapkan CBP sebagai instrumen intervensi stabilisasi pangan, yang harus siap digunakan saat diperlukan. Arief menekankan bahwa pengelolaan CBP tidak hanya menyangkut kuantitas, tetapi juga kualitas, di mana beras yang disalurkan harus layak konsumsi dan memenuhi standar mutu dalam berbagai situasi seperti intervensi pasar dan penanganan bencana.
Saat ini, pemerintah mencatat stok beras mencapai 3,9 juta ton, dan Bapanas mendorong Perum Bulog untuk mempercepat penyaluran beras kepada masyarakat. Sejak awal tahun, total penyaluran CBP telah mencapai 798,8 ribu ton, terdiri dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan.
Arief juga menambahkan bahwa pemerintah berencana untuk melanjutkan program bantuan pangan beras pada bulan Oktober dan November, dengan alokasi yang sama yakni 365,5 ribu ton untuk 18.277.083 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Evaluasi akan dilakukan untuk menentukan kelanjutan program tersebut hingga Desember, jika diperlukan. Keberadaan CBP yang terkelola dengan baik diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan cadangan pangan oleh pemerintah.