literaryspring.com – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar, mengonfirmasi pemulangan 55 warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak dalam operasi penegakan hukum di pusat penipuan daring KK Park. Proses pemulangan akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dengan perjalanan darat dari Myawaddy, Myanmar, menuju Mae Sot, Thailand, pada 8 Desember 2023.
Menurut pernyataan resmi KBRI, setelah tiba di Mae Sot, WNI tersebut akan terbang ke Indonesia melalui Bangkok pada 9 Desember 2023. Pemulangan ini dapat dilakukan setelah pemerintah Myanmar memberikan izin. KBRI juga menyebutkan bahwa mereka bekerja sama dengan KBRI Bangkok untuk menyusun rencana repatriasi ini dan melakukan koordinasi dengan pemerintah Myanmar dan Thailand.
Di sisi lain, sekitar 180 WNI eks-KK Park lainnya masih menunggu pemindahan ke lokasi aman sebelum proses pemulangan. Namun, proses ini terhambat oleh keterbatasan kapasitas penampungan di Myanmar. KBRI terus berusaha memastikan identitas dan kondisi WNI yang masih berada di Myanmar, serta mengupayakan percepatan pemulangan mereka.
KBRI menghimbau kepada WNI lainnya yang berada di Myanmar untuk tetap berada di lokasi aman dan aktif berkomunikasi dengan pihak kedutaan terkait situasi keamanan. Selain itu, KBRI juga mengingatkan bahwa lebih dari 200 WNI terjaring dalam penggerebekan di pusat penipuan di Shwe Koko pada 17 November 2023 lalu. Sebelumnya diperkirakan hanya 48 orang yang terdampak. Total, saat ini ada sekitar 400 WNI yang menjadi korban dalam operasi penegakan hukum yang berlangsung sejak Oktober 2023.