literaryspring.com – Dalam situasi demonstrasi, pengendara kendaraan roda dua dan empat diimbau untuk tidak berkendara secara agresif. Hal ini disampaikan oleh Sony Susmana, Direktur Pelatihan Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), yang memperingatkan dampak negatif dari perilaku tersebut terhadap kondisi keamanan. Dalam wawancara pada Selasa, Sony menekankan pentingnya tetap tenang dan santai saat menghadapi kerumunan.
“Saat menghadapi demonstrasi, pengemudi disarankan untuk tidak melakukan gerakan yang dapat menggoda reaksi massa. Berkendara dengan agresif hanya akan memicu kecurigaan dan potensi konflik,” ujar Sony. Ia juga menambahkan bahwa pengendara sebaiknya mengikuti arahan dari pihak berwenang ataupun demonstran yang tidak bersifat anarkis.
Lebih lanjut, apabila situasi berlangsung tidak kondusif dan semua langkah pencegahan sudah diambil, pengendara disarankan untuk mencari tempat yang aman. Tempat seperti gedung perkantoran bisa menjadi pilihan untuk memarkir kendaraan, guna menghindari kemungkinan terjadinya kerusuhan.
Temuan terkait aksi unjuk rasa yang baru-baru ini terjadi menunjukkan adanya kericuhan di beberapa lokasi, seperti kompleks parlemen dan daerah sekitarnya. Selain itu, beberapa rumah anggota DPR juga menjadi sasaran penjaraan. Demi meminimalisir risiko tersebut, Sony menganjurkan agar masyarakat menahan diri dari berkendara jika tidak mendesak.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya sudah menyiapkan ribuan personel untuk mengawasi aksi demonstrasi yang melibatkan kelompok buruh. Penyelenggaraan pengamanan ini mencerminkan upaya pihak berwenang untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung.