literaryspring.com – Jaksa Agung Texas, Ken Paxton, mengambil langkah untuk menghapus anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Demokrat yang meninggalkan negara bagian, dengan alasan mereka telah meninggalkan tugas mereka. Pengumuman ini disampaikan oleh kantornya pada hari Selasa. Paxton berencana meminta pengadilan Texas pada hari Jumat untuk menanggapi permintaan penghapusan tersebut jika para anggota tersebut tidak segera kembali ke Austin.
Dalam pernyataannya, Paxton menegaskan bahwa tindakan melarikan diri dari Texas merupakan bentuk pengabaian terhadap tanggung jawab sebagai pejabat terpilih. Ia menekankan bahwa jika mereka tidak hadir, mereka harus siap menghadapi konsekuensi, termasuk pemecatan. Proses hukum untuk menghapus para anggota DPR tersebut diperkirakan akan memakan waktu, karena Paxton harus mengajukan kasus di berbagai pengadilan distrik terhadap setiap anggota Demokrat yang tidak hadir, yang kemungkinan besar akan mengakibatkan proses banding yang berkepanjangan.
Apabila Paxton berhasil, Gubernur Greg Abbott diharuskan untuk mengadakan pemilihan khusus guna mengisi kursi yang kosong, sesuai dengan hukum Texas yang menyatakan bahwa kursi yang tidak terisi hanya dapat diisi melalui pemilihan khusus. Pada tahun 2021, Paxton pernah mengeluarkan pendapat hukum yang tidak mengikat terkait masalah ini, yang juga dirujuk oleh Abbott dalam pernyataannya baru-baru ini.
Demokrat sendiri telah melarikan diri ke negara bagian lain seperti Illinois dan New York untuk menghindari pemungutan suara terkait peta kongres baru yang dianggap akan memberikan keuntungan bagi Partai Republik menjelang pemilihan mendatang. Dalam responnya, Ketua Komite Nasional Demokrat, Ken Martin, menegaskan bahwa partai mereka akan berjuang keras agar suara pemilih dihormati. Konstitusi Texas memungkinkan tindakan quorum-breaking, dan banyak pakar hukum serta anggota legislatif yang meragukan klaim Paxton bahwa para Demokrat telah meninggalkan posisi mereka.