literaryspring.com – Kapal pertama dari armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla resmi berlayar dari Pelabuhan Bizerte, Tunisia, menuju Gaza pada hari Sabtu, 13 September 2025. Keberangkatan ini diumumkan langsung oleh penyelenggara melalui platform media sosial, disertai tayangan video momen penting tersebut.
Armada Global Sumud Flotilla bertujuan untuk menantang blokade yang diterapkan oleh Israel dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Gaza yang terjebak dalam situasi sulit. Dalam momen keberangkatan, terlihat sejumlah aktivis dan jurnalis yang menyaksikan pelayaran angkatan ini.
Rangkaian kapal ini diperkirakan sebagai yang terbesar dalam sejarah solidaritas internasional untuk Palestina, melibatkan sekitar 50 kapal dan membawa antara 500 hingga 700 aktivis dari lebih dari 45 negara. Para peserta terdiri dari seniman, diplomat, dan tokoh politik terkemuka, yang bersatu dalam misi ini. Sebelumnya, upaya serupa cenderung dilakukan oleh satu kapal yang seringkali dihadang oleh pihak Israel di perairan.
Tujuan utama dari pelayaran ini adalah untuk menembus blokade Israel dan membuka koridor kemanusiaan, mengingat wilayah Gaza saat ini menghadapi krisis pangan akibat penutupan akses distribusi bantuan selama bertahun-tahun. Sejak dimulainya serangan militer Israel pada Oktober 2023, dilaporkan lebih dari 64.800 warga Palestina kehilangan nyawa.
Sementara itu, Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) mengumumkan penarikan diri dari tindakan ini karena kendala teknis. Meskipun sebagian delegasi telah kembali ke Indonesia, beberapa masih tetap berada di Tunisia untuk memantau perkembangan misi Global Sumud Flotilla. Ketua Koordinator IGPC, Muhammad Husein, memberikan keterangan melalui akun media sosialnya.