literaryspring.com – Jen Psaki, mantan sekretaris pers Gedung Putih, membahas kekhawatirannya terkait risiko yang mungkin muncul dari pemerintahan Donald Trump. Dalam sebuah wawancara di acara MSNBC, Psaki ditanya oleh Ali Velshi tentang apakah ia merasa terancam oleh agresi yang ditunjukkan Trump terhadap jurnalis dan mereka yang dianggap sebagai musuh. Psaki menjelaskan bahwa ia merasa takut hanya ketika terkait dengan ancaman terhadap anak-anaknya, tetapi merasa bersyukur dapat berbicara terbuka dan memberikan analisis tentang situasi terkini.
Velshi, saat menggantikan pembawa acara lain, menekankan bahwa Psaki, sebagai seorang jurnalis yang pernah berperan dalam pemerintahan, mungkin memiliki khawatir yang lebih besar dibandingkan dirinya. Psaki menanggapi dengan menekankan betapa beruntungnya mereka masih bisa menyampaikan pandangan tanpa adanya sensor yang mengintimidasi.
Perubahan iklim dalam hubungan antara Trump dan media tidak hanya terbatas pada komentar. Trump baru-baru ini menggugat The Wall Street Journal dan beberapa jurnalis dengan tuntutan yang mengklaim mereka telah merusak reputasinya melalui laporan yang dianggapnya bernuansa negatif. Selain itu, CBS News mengalami kerugian keuangan setelah menyelesaikan tuntutan senilai 16 juta dolar karena kritik atas penyuntingan yang dilakukan dalam wawancara dengan Kamala Harris.
Psaki mengutarakan percaya bahwa adanya pertukaran ide dan informasi adalah suatu hadiah yang berharga, meski terdapat tantangan dari pihak tertentu. Dengan merujuk pada kebebasan pers, Psaki menegaskan pentingnya untuk terus berbicara, meskipun di tengah ancaman yang ada.