literaryspring.com – Presiden Prabowo Subianto menyoroti dampak negatif media sosial, terutama terkait dengan maraknya konten siniar yang berisi opini dari berbagai pihak yang mengaku sebagai pakar. Hal ini diungkapkan Prabowo saat berpidato pada perayaan Natal Nasional di Jakarta, Senin (5/1).
Dalam pidatonya, Prabowo mencatat bahwa meskipun kemajuan teknologi digital memiliki manfaat besar, terdapat potensi bahaya yang harus diperhatikan. Ia menganggap bahwa banyak ruang diskusi publik saat ini dipenuhi oleh opini yang tidak didasari fakta yang jelas. Menurutnya, fenomena ini menghasilkan berbagai pernyataan dari individu yang berbicara tanpa dasar yang kuat, demi menciptakan sensasi dan kontroversi.
Prabowo juga merasa terganggu dengan sikap beberapa pihak yang seolah-olah lebih memahami dirinya dibandingkan dirinya sendiri. “Ada pakar-pakar yang selalu mengerti pikiran Prabowo Subianto,” ujarnya sambil menyindir, bahwa ia sering mencari informasi tentang apa yang dianggapnya sebagai pikirannya melalui konten-konten siniar.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sejumlah narasi yang beredar di media sosial sering mengisyaratkan adanya konflik internal atau perselisihan politik yang tidak pernah terjadi. Prabowo menyebutkan, isu seperti itu sering kali merupakan hasil dari imajinasi dan tidak mencerminkan kenyataan. “Ngarang itu dia. Senangnya ramai, gaduh, padahal tidak ada saudara-saudara,” tutupnya.
Pernyataan ini mencerminkan kekhawatirannya akan informasi yang tidak akurat dan dampak negatifnya terhadap opini publik, sekaligus menegaskan pentingnya pemikiran yang kritis dalam menggunakan media sosial.